Posted by : Feri Setyo Efendi Jul 31, 2011

Suatu hari turun hujan deras berhari-hari, lembah itu tertutup oleh air, semua binatang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di atas bukit.

Mereka kedinginan dan kelaparan. Ketika hujan berhenti, mereka turun ke lembah untuk mencari makanan, tetapi semua pohon tumbang tersapu air hujan, tidak ada lagi buah-buahan untuk dimakan.

“ Aku lapar, mengapa tidak ada sama sekali buah yang bisa dimakan ?” rintih Monyet sambil melihat ke kanan dan ke kiri berharap menemukan buah yang bisa dimakan.

Setelah berjalan menyusuri lembah, Monyet bertemu lagi dengan Burung Gereja

“ Hai Burung Gereja, kau kan bisa terbang tinggi, bisakah kau tunjukkan padaku dimana ada buah yang bisa ku makan ? aku lapar sekali “ Tanya Monyet.

“ Mari, pergilah ke rumahku di atas bukit, kau akan menemukan buah yang bisa kau makan “ Ajak Burung Gereja.

Karena tidak menemukan jalan lain lagi, Monyet mengikuti Burung Gereja menuju ke atas bukit.

Betapa terkejutnya Monyet melihat halaman rumah Burung Gereja penuh dengan pohon yang berbuah lebat, Pisang, Apel, Strawberry, Mangga, dan banyak lagi yang lainnya.

“ Bagaimana bisa begitu banyak pohon buah tumbuh di halaman rumahmu “ Tanya Monyet heran.

“ Sudah sejak lama aku mengumpulkan biji buah-buahan dan menanamnya di halaman rumahku , aku menyiramnya dan membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh, aku merawatnya setiap hari “ jawab Burung Gereja.

“ Oooo…. Itulah sebabnya kenapa kau selalu mengumpulkan biji buah-buhan yang dibuang. Kenapa aku tidak berpikir untuk menanamnya sepertimu ya ?”

Burung Gereja juga memberi tahu hewan-hewan lain untuk mengambil buah-buahan di halaman rumahnya. Sejak saat itu, setiap kali mereka memakan buah, mereka menyisihkan biji-bijinya untuk ditanam kembali, agar mereka tidak kelaparan lagi.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Feri's Blog - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -