Posted by : Feri Setyo Efendi Nov 18, 2016

Bangsa Indonesia khususnya rakyat Indonesia saat ini sedang mengalami situasi keterperukan dalam pedoman hidup. Bung Karno mengatakan "Suatu bangsa apabila kehilangan jati dirinya, maka bangsa tersebut tidak akan mampu bertahan hidup, bahkan akan punah".Rakyat Indonesia mulai buta akan namanya persatuan Indonesia. Korupsi semakin menjalar dari Pusat pemerintahan hingga ke badan pemerintahan terkecil yang ada di Bumi Pertiwi ini. Korupsi bukanlah lagi sebagai perilaku yang tercela dihadapan para rakyat nya. Bahkan, para menteri menteri yang menjabat di Kabinet Indonesia Bersatu II menjadi tersangka dalam kasus korupsi. 
Bangsa Indonesia semakin dipenuhi dengan masyarakat-masyarakat yang hanya ingin mementingkan kepentingan dan tujuan dia maupun kelompoknya. Mulai dengan pencurian kayu atau yang sering disebut dengan “Illegal Logging” , pembakaran hutan untuk pengalihan fungsi lahan, pengutipan liar yang dilakukan oleh banyak masyrakat, bahkan mereka tak sungkan untuk mencuri hasil-hasil dari pertanian masyarakat kecil yang ada. Tanpa meilhat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia belumlah bangkit dari keterperukan. Mereka menguasai semuanya, tanpa berfikir bahwa apa yang mereka lakukan menghambat kemajuan bangsa nya sendiri. 
Dalam dokumen Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang disusun oleh Menko Perekonomian, dicanangkan bahwa pada 2025 Indonesia menjadi negara mandiri, maju, adil, dan makmur berpendapatan per kapita sekitar 15.000 dollar AS. Saat itu, Indonesia diharapkan menjadi kekuatan ekonomi 12 besar dunia. Lebih jauh, pada 2045 Indonesia diproyeksikan menjadi satu dari tujuh kekuatan ekonomi di dunia dengan pendapatan per kapita 47.000 dollar AS! Namun, yang dimaksud negara maju dalam dokumen MP3EI adalah negara yang pertumbuhan ekonominya positif dan tingkat inflasinya menurun. Apakah masyarakat dan kehidupannya juga maju atau beradab sama sekali tidak disinggung sama sekali. 
Dan ditambah dalam kurun 2015-2045 piramida penduduk Indonesia akan sangat ideal dengan penduduk mayoritas berusia 15-45 tahun, usia produktif. Indonesia saat itu akan menikmati apa yang disebut jendela demografi. Masalahnya, seperti apa kualitas mereka, penduduk usia produktif itu, kelak? 
Rakyat Indonesia di melenium pertama, leluhur kita berhasil membangun sebuah Candi, yang sekarang menjadi Candi terbesar dan terindah di dunia yaitu, Candi Borobudur. Di melenium kedua rakyat Indonesia, dibawah naungan Kerajaan Majapahit berhasil menguasai dan menjadi pelaku penting dalam percaturan dunia. Dan semua itu mulai luntur ketika Bangsa Belanda mulai datang ke Nusantara. Mereka me-monopoli segala yang ada di nusantara. Mereka menguasai bangsa ini sampai 350 tahun lamanya. Mereka menjadi tuan ditanah Nusantara. Seluruh rakyat Indonesia harus menurut apa yang mereka inginkan. Hampir seluruh kerajaan-kerajaan tunduk, dan tidak dapat melawan. Dan juga diikuti oleh masuknya Jepang yang menjajah negara kita dengan kekerasan dan tidak kenal kasih sayang.
Bangsa Indonesia menjadi terbelakang, tidak dapat berkembang. Mereka hanya sebatas menjadi buruh. Bagi mereka yang beruntung mereka dapat bersekolah hingga ke jenjang tertinggi. Hal ini terus berlaku selama masa penjajahan Belanda di Indonesia. 
Masuk ke akhir masa-masa penjajahan di Indonesia. Para penjajah mulai mendapatkan perlawanan dari segala penjuru Indonesia. Melalui fisik maupun non fisik, tetap perlawanan itu terjadi. Hingga mulai muncul tokoh-tokoh pemikir dan penggerak massa. Seperti Oemar Said Tjokroaminoto, Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Tan Malaka, Sutan Syahrir, Kiai Hasyim Ashari, Moh Yamin, Prof. Soepomo, Ki Hajar Dewantara, dll. Rakyat Indonesia mulai bergerak dan para pemikir mulai mencanangkan sebuah dasar negara indonesia agar kemerdekaan yang mereka dapat tidak akan sia-sia. Kemerdekaan pun didapatkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Dan dasar negara yang diusung oleh para pendiri bangsa kita adalah Pancasila, yang terdiri dari: 1.Ketuhanan Yang Maha Esa, 2.Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3. Persatuan indonesia, 4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, 5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Indonesia menuju 2045 sangat lah harus diperhatikan oleh siapapun yang ada di Indonesia saat ini. Ditahun itu lah indonesia akan merayakan 100 tahun kemerdekaan nya. Kemerdekaan yang didapat dengan usaha yang tidak dapat kita balaskan sebagai penerus bangsa. Para pahlawan memberikan seluruh jiwa dan raganya untuk Indonesia agar mendapatkan kemerdekaan nya.
Saat ini, jumlah penduduk Indonesia usia muda lebih banyak dibandingkan dengan usia tua. Usia 0-9 tahun sebesar 45 juta, pada tahun 2045 akan berusia 35-45 tahun dan Usia 10-19 tahun berjumlah 43 juta jiwa, pada tahun 2045 akan berusia 45-54 tahun. Hal inilah yang menjadi background munculnya identitas generasi emas. Jika kita lihat data dari Biro Pusat Statistik (BPS) jumlah usia muda dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Jika pada tahun 2005 usia 15-39 tahun, pada tahun 2005 berjumlah 93.865.303, pada tahun 2010 sudah meningkat menjadi 100.418.626 orang. Bahkan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2035 mendatang berjumlah 305,6 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 28,6 persen dari tahun 2010 yang sebesar 237,6 juta jiwa. Pada tahun 2010, proporsi penduduk usia produktif adalah sebesar 66,5 persen. Proporsi ini terus meningkat mencapai 68,1 persen pada tahun 2028 sampai tahun 2031. 
Meningkatnya jumlah penduduk usia produktif menyebabkan menurunnya angka ketergantungan, yaitu jumlah penduduk usia tidak produktif yang ditanggung oleh 100 orang penduduk usia produktif dari 50,5 persen pada tahun 2010 menjadi 46,9 persen pada periode 2028-2031. Tetapi angka ketergantungan ini mulai naik kembali menjadi 47,3 persen pada tahun 2035. Mengelola generasi emas akan menjadi tantangan terbesar bangsa Indonesia. Karena populasi usia produktif yang jumlahnya luar biasa tersebut merupakan bonus demografi yang sangat berharga. Namun, sebaliknya bila pengelolaannya tidak baik, kesempatan emas tersebut akan menjadi bencana demografi . 
Situasi sekarang yang dihadapi oleh bangsa Indonesia ini ialah ketiadaan sebuah jati diri bangsa. Bangsa indonesia bersama rakyat nya buta akan jati dirinya. Pancasila harus kembali ditanamkan kepada seluruh rakyat Indonesia. Khususnya kepada anak-anak calon penerus bangsa. Karena jika kita tidak menanamkan kembali Pancasila, Indonesia akan menghadapi yang namanya demografi disaster. Para penerus bangsa akan tetap melanjutkan sebuah tradisi yang sangat merugikan bangsa ini. 
            Indonesia akan menuju sebuah masa dimana kita diberi sebuah kesempatan menjadi bangsa yang mandiri, bangsa yang makmur dan bangsa yang memimpin dunia. Ditahun 2045 ekonomi indonesia akan memasuki sebuah masa dimana Indonesia akan mengatur perekonomian dunia. Ini semua bisa didapat dan bisa direalisasikan, dengan hanya dengan merubah marsyarakat masyarakat yang ada dan mendidik dengan baik dan benar para penerus bangsa.
            Pancasila harus kembali ditegakkan menjadi sebuah pedoman hidup bangsa Indonesia. Rakyat indonesia harus mengamalkan pancasila dengan baik. Rakyat indonesia haruslah mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasaama antara pemeluk agama dengan pengenut kepercayaan yang berbeda-beda  terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan butir sila ke 1, agar tidak terjadi perpecahan diantara rakyat Indonesia.
            Selanjutnya, mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan ,engembangkan sikap saling mencintai sesama manusia, serta berani membela keadilan sesuai dengan butir sila ke-2. Agar rakyat Indonesia dapat menjadi rakyat yang bersatu, tanpa perselisihan, menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat dan menciptakan sebuah lingkungan persaingan yang sehat.
            Kemudian mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan sesuai butir sila ke-3, ini bermaksud agar seluruh rakyat menghilangkan egonya, agar KKN di negara ini hilang dengan sendirinya. Korupsi khususnya telah menempatkan indonesia dalam situasi yang sangat memilukan.
            Setelah itu rakyat Indonesia juga harus menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah sesuai dengan sila ke-4. Dan juga haruslah memilih para wakil-wakil dengan teliti dan baik. Bukan karena hanya ingin menguntungkan seuatu golongan saja. Dan juga Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan sesuai dengan sila ke-5.
            Itu semua harus dilengkapi dengan pendidikan yang baik dan benar kepada para penerus bangsa, agar Indonesia dapat menjadi sebuah bangsa yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa yang adil dan beradab, bangsa yang bersatu, bangsa yang menghadapi sebuah masalah dengan musyawarah, dan bangsa ini menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya. 
            Dengan mengembalikan Pancasila sebagai pedoman hidup, maka kualitas penduduk di usia produktif nanti akan menjadi penduduk yang memiliki keahlian, serta kualitas kerja yang dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Daftar Pustaka :
Internet: Generasi Emas 2045 | patriamaya27.wordpress.com 
Internet: Hendra Gunawan. 2013. Indonesia 2045, http://indonesia2045.com/indonesia-2045/
Jurnal: Dr. H. Sugiharto, SE,. MBA. 2012. Menyongsong Indonesia Emas 2045

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Feri's Blog - Hataraku Maou-sama! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -